5. Wasit Yang Baik Hati
Dalam pertandingan antara FC Vladslo melawan FC Wijtschate, wasit Marc Gevaert melanggar peraturan paling dasar sepakbola. Ia meniup peluit panjang ketika pertandingan baru berjalan 85 menit. Kesalahan ini dilakukan dengan sengaja oleh Gevaert. Ia mengaku merasa kasihan kepada para pemain Wijtschate sekaligus khawatir terhadap keselamatan para pemain Vladslo. Penyebabnya adalah karena Vladslo sudah unggul 16-0 dalam pertandingan itu. “Saat pertandingan berjalan satu jam dan skor 11-0, para pemain Wijtschate mendatangai saya dan memohon agar pertandingan dihentikan. Ketika hampir berakhir dan kedudukan 16-0, saya melihat mereka mulai frustrasi dan menendangi pemain Vladslo tanpa alasan. Saya kasihan kepada mereka,” urai Gevaert. Tindakan ini justru membuat para petinggi Wijtschate marah besar. Juru bicara mereka mengatakan: “Dengan beberapa menit tersisa, siapa bilang kami tak akan bisa membalikkan keadaan?”
Spoilerfor Pict:

ini yang paling seru gan, pertandingan cuma berjalan 85 menit karna kasihan pada pemain, karna skor sudah 16-0
4. Wasit Pinjam Uang ke Klub
Wasit Emilio Guruceta Muro melakukan perbuatan tidak terpuji ketika memimpin Anderlecht melawan Nottingham Forest pada 1984. Muro bertindak berat sebelah mendukung Anderlecht karena akan meminjam uang dari klub Belgia tersebut.
Muro menganulir gol Forest dalam laga semifinal Piala UEFA. Sekitar 10 tahun setelah wasit Muro meninggal, baru terungkap bahwa Anderlecht memberikan ‘pinjaman’ senilai 20 ribu euro kepada wasit asal Spanyol tersebut sehari setelah pertandingan. Pada 1997, Anderlecht dijatuhi hukuman dilarang mengikuti kompetisi Eropa selama satu tahun.
Spoilerfor Pict:

wasitnya ngutang gan
3. Menolak Disuap, Wasit Dibunuh
Alvaro Ortega menjadi korban keganasan kartel kokain di Kolombia yang juga merupakan mafia judi. Kepemimpinan Ortega dalam laga Deportivo Medellin melawan America dianggap oleh para mafia tersebut tidak adil dan pantas mendapat hukuman berat. Ortega akhirnya tewas dibunuh di dekat hotel tempatnya menginap.
Setelah melewati penyelidikan, terungkap bahwa Ortega menolak tawaran suap dari para mafia tersebut. Kejadian ini memicu kemarahan sepakbola internasional yang menyerukan boikot kepada sepakbola Kolombia.
Spoilerfor Pict:

wasit sejati adalah seperti beliau
2. Wasit Mengancam Pemain Dengan Kapak
Dalam sebuah pertandingan antara Romark FC melawan Czech Club di London, seorang wasit yang tak disebutkan namanya melakukan perbuatan aneh. Ia mengancam pemain Romark dengan kapak karena terus mendapat hinaan. Ketika seorang pemain Romark menyebutnya sebagai seorang peri, wasit langsung meninggalkan pertandingan. Beberapa saat kemudian, ia kembali ke lapangan sambil membawa kapak. Kontan saja semua pemain langsung berhamburan lari terbirit-birit. Penonton yang menyaksikan pertandingan itu mengatakan bahwa sang wasit tak berhasil mengejar satu pun pemain yang diincarnya. Untunglah.
Spoilerfor Pict:

ini lagi, wasit apa mafia bawa2 kampak
1. Wasit Menembak Mati Pemain
Dalam sebuah pertandingan antara Hartbeesfontein Wallabies melawan Try Agains, sebuah kejadian tragis terjadi. Wasit Lebogang Petrus Mokgethi menembak mati seorang pemain Try Agains. Wallabies memimpin pertandingan dengan keunggulan 2-0. Namun Try Agains mampu mencetak gol untuk mengurangi defisit kekalahan. Fans Wallabies menyerbu lapangan saat gol itu terjadi. Seorang pemain Wallabies memanfaatkan kekacauan itu untuk mengambil kapak dan kemudian mengancam wasit. Sebelum pertandingan, wasit Mokgethi, entah bagaimana ceritanya, menitipkan pistolnya ke seorang teman yang menjadi penonton. Ia mengambil pistol itu ketika kerusuhan terjadi, Saat diancam dengan kapak, ia membela diri dengan menembak mati pemain Wallabies yang mengancamnya.
Spoilerfor Pict:

sadis bener dah wasit yang satu ini
0 komentar:
Posting Komentar